Selasa 12 Juli 2016

SAMARINDA, KALTIM - Produksi jagung Provinsi Kalimantan Timur (Kaltim) dalam tiga tahun terakhir terus mengalami kenaikan bersamaan dengan meningkatnya produktivitas per hektare, walaupun dari tahun tahun ke tahun luas panen cenderung menurun. "Tahun 2013, produksi jagung di Kaltim hanya 4,86 ribu ton pipilan kering, namun pada 2014 jauh melompat menjadi 7,56 ribu ton dan pada 2015 kembali naik menjadi 8,38 ribu ton jagung pipilan kering," kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim M Habibullah di Samarinda, Minggu (10/7).


Menurutnya, produksi jagung pipilan kering di Kaltim bisa lebih dua kali lipat ketimbang produksi yang ada setiap tahun jika semua jagung dipanen ketika usia tua. Tetapi kebanyakan petani memanen jagung ketika umurnya sekitar dua bulan alias jagung muda karena harganya lebih mahal. Dikatakannya, jagung muda biasanya digunakan warga sebagai sayur, termasuk sejumlah tempat tongkrongan anak muda ketika malam yang lebih menyukai jagung bakar, sehingga petani juga melayani permintaan konsumen untuk kebutuhan warga penyuka jagung muda.


"Bahkan ketika malam tahun baru, jagung muda harganya bisa dua kali lipat ketimbang harga di hari biasa, sehingga kondisi ini juga menjadi persiapan petani untuk menanam jagung sekitar dua bulan sebelum malam tahun baru mengingat di hari itu permintaan jagung muda bisa lima kali lipat dari hari-hari normal," kata Habibullah. Habibullah juga mengatakan, jagung muda yang dipanen petani tidak dihitung BPS ketika melakukan pendataan. "Jagung yang kami hitung adalah jagung yang memang sudah siap panen dengan umur sekitar 3 bulan, atau yang dikenal dengan jagung pipilan kering karena jagung tua digunakan untuk industri dan sebagai bahan pangan," katanya.


Disebutkannya, untuk tahun 2015 produksi jagung Kaltim yang sebanyak 8,35 ribu ton pipilan kering tersebut, mengalami kenaikan sebanyak 0,81 ribu ton atau naik 10,73% ketimbang tahun 2014. "Peningkatan produksi jagung sepanjang 2015 terjadi pada dua kabupaten, yakni Berau dan Kutai Kartanegara. Sedangkan penurunan produksi yang relatif besar terjadi di Kabupaten Kutai Timur," kata Habibullah lagi.

Sebarkan Berita Ini
Artikel Terkini
Kalender Kejadian 2016

05
Jan
Harga tandan buah segar (TBS) kelapa sawit di Provinsi Riau, periode 6-12 Januari 2021, mengalami penurunan pada setiap kelompok umur kelapa sawit, dengan jumlah penurunan terbesar terjadi pada kelompok umur 10 - 20 tahun sebesar Rp5,78 per kg.
05
Jan
Kementerian Pertanian telah menerbitkan Permentan 49/2020 tentang Alokasi dan Harga Eceran Tertinggi Pupuk Bersubsidi Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2021. Dalam peraturan tersebut, harga pupuk urea yang semula Rp1800/kg, naik Rp450 menjadi Rp2.250/kg, lalu pupuk SP-36 dari HET Rp2.000/kg naik Rp400 sehingga menjadi Rp2.400/kg.
05
Jan
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Bali I Wayan Jarta mengatakan perolehan margin untuk distribusi cabai merah pada tahun ini kemungkinan juga tidak akan besar. Pasalnya, cabai merah merupakan komoditas yang tergolong unik dibandingkan produksi pertanian Bali lainnya. Cabai merah tidak mengenal sistem stok dan distribusinya tergolong cepat.
05
Jan
Zona merah alias daerah berisiko tinggi penularan Covid-19 di Jawa Tengah tersisa sebanyak sembilan daerah, yakni Brebes, Kota Surakarta, Kota Salatiga, Kota Pekalongan, Rembang, Semarang, Temanggung, Kendal, dan Kebumen.
04
Jan
Badan Pusat Statistik (BPS) DKI Jakarta menyebutkan harga cabai menjadi penyumbang inflasi terbesar di DKI Jakarta pada Desember 2020. Pada bulan Desember, andil cabai penyebab inflasi sebesar 0,05 persen dari total inflasi 0,26 persen, tingginya harga cabai merah biasa terjadi pada musim hujan, selain adanya momen Hari Raya Natal dan Tahun Baru yang menyebabkan konsumsi cabai merah lebih tinggi dari biasanya.
Biro Humas dan Protokol Setda Prov. Kaltim
Jl. Gadjah Mada No. 2 Samarinda
Telepon+62 541 733333 Ps. 164, 160
Fax+62 541 7443048
emailhumas@kaltimprov.go.id
Copyright © 2016 Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.